Berikut Ini adalah Panduan Sholat Lengkap mulai dari Niat sholat arab, latin dan arti terjemah dari bacaan sholat.
Seperti yang ketahui Sholat adalah salah satu Rukun Islam. Maka Wajib bagi setiap Muslim dan Muslimat untuk mendirikanya.
Terkadang karena adanya satu atau dua hal seseorang tersebut tidak paham bagaimana caranya melaksanakan perintah sholat
Dan berikut ini adalah Panduan / Tuntunan Sholat lengkap beserta artinya mulai dari Sholat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isyak dan Subuh.
1.Niat
– Niat Shalat Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa an (makmuuman / imaaman) lillaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak
dua raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena
Allah Ta’ala.
– Niat Shalat Dhuhur
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa an (makmuuman / imaaman) lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dzuhur sebanyak
empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam],
karena Allah Ta’ala.
– Niat Shalat Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa an [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak
empat raka’at dengan menghadap kiblat, (Sebagai) [makmum / imam], karena
Allah Ta’ala.
– Niat Shalat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa an [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib
sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam]
karena Allah Ta’ala.
– Niat Shalat Isya’
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى
Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa an [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya’ sebanyak
empat raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai) [makmum / imam] karena
Allah Ta’ala
Catatan:
Dalam Melafalkan niat harus bersamaan dengan takbirotul ihram, dan melafalkan niat sebelum takbir adalah sunnah
2. Takbirotul Ihram
Bagaimana Cara Takbiratul Ihram?
Cara
takbiratul ihram yang sempurna adalah dengan mengangkat kedua Tangan
dengan posisi jari-jari tangan kita setinggi telinga bagian atas.
Kemudian Telapak tangan menghadap kearah kiblat dan mengucapkan takbir sambil kedua tangan digerakkan kearah bawah dengan posisi diatas pusar di bawah dada.
Posisi telapak tangan kiri menempel diatas perut dan tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri.
Bacaan Takbiratul Ihram
ُاَللهُ اَكْبَر
Bacaan Takbiratul Ihram Latin
Allahu’akbar
Artinya : “Allah Maha Besar”
3. Membaca Doa Iftitah
Disunnahkan setelah Takbiratul ihram untuk membaca doa Iftitah dibawah ini:
Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin dan Artinya
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا
Allahu Akbar Kabiro, Wal hamdulillahi Katsiro Wa Subhanallahi Bukrotaw wa ashila
Artinya : Allah Maha Besar lagi
sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak
pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.
إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Inni Wajjahtu Wajhiya lilladzi fathoros samawati wal ardlo hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin
Artinya : Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang
mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku
bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.
إِنَّ
صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ
الْمُسْلِمِيْنَ
inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.
Artinya : Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku
semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan
begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah selesai membaca doa iftitah dilanjutkan dengan Membaca Surat
Al-Fatihah. Hukum membaca surat Al-Fatihah Hukumnya wajib, Menurut
Madzhab Syafi’i Basmallah merupakan bagian dari surat Al-fatihah. Jadi
Membaca Basmalah hukumnya wajib.
berikut bacaan Surat Al-Fatichah:
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
❊ اَلْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَِمين ❊ اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيم ❊ مَالِكِ
يَوْمِ الدِّينِ ❊ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ❊ اِهْدِنَا
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيم ❊ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيم ❊ صِرَاطَ
الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا
الضَّالِّينَ
Bacaan Fatihah Latin
Bismillahirrohmanirrohīm. Alhamdulillāhi Robbil ‘Ãlamīn.
Ar-Rohmanir-Rôhīm. Māliki Yaumid-dīn. Iyyãka Na’budu Wa iyyãka Nasta’īn.
Ihdinas shirotol Mustaqīīm. Shirôtolladzīna An’amta ‘Alaihim. Ghôiril
Maghdzūbi ‘Alaihim Waladl-dlōōllīīn.
Artinya :
Artinya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang (1), Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2), Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang (3), Yang menguasai Hari Pembalasan (4),
Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta
pertolongan (5), Tunjukilah kami jalan lurus (6), (yaitu) Jalan
orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7).
5. Membaca Surat-Surat Pendek
Setelah membaca surat fatihah disunahkan Membaca Surat-surat pendek
pada rakaat awal dan kedua. Silahkan pilih sendiri surat pendek yang
ingin anda baca karena tidak ada ketentuan khusus surat pendek yang
wajib di baca.
6. Rukuk
Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihah dan surat -surat pendek kemudian dilanjutkan dengan rukuk.
Pada saat rukuk posisi punggung rata dengan kepala dan kedua tangan
memegang lutut sebagai tempat untuk bertumpu. Kemudian setelah mencapai
kesempurnaan didalam rukuk dilanjutkan dengan membaca doa rukuk di bawah
ini:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Bacaan Rukuk Latin:
Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih – 3 X (Tiga Kali)
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”
7. I’tidal
Setelah selesai rukuk kemudian bangkit berdiri seraya mengangkat kedua tangan setinggi telinga dan Membaca Kalimat di bawah ini:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه
sami’allahu liman hamidah
Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian setelah berdiri tegak dan selesai membaca doa diatas dilanjutkan dengan do’a i’tidal di bawah ini:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.
Artinya
: “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan
sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Catatan : Pada Sholat subuh setelah I’tidal jangan langsung turun untuk sujud, akan tetapi bacalah Doa qunut terlebih dahulu. Hukum dari membaca doa qunut adalah sunah ab’adh di mana jika kita tinggalkan kita diperintahkan untuk sujud sahwi.
8. Sujud
Setelah selesai I’tidal dilanjutkan dengan sujud. Dalam tiap rekaat terdapat dua kali sujud.
Bacaan Doa ketika sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x
9. Duduk diantara dua sujud
Setelah selesai sujud yang pertama kemudian duduk diantara dua sujud.
Bagaimana cara duduk di antara dua Sujud?
Cara
duduk diantara dua sujud adalah dengan meletakkan telapak kaki kiri di
bawah pantat dan mendudukinya, sedangkan telapak kaki kanan berdiri
tegak dengan ujung-ujung jari menekan ke lantai.
Nama dari Duduk diantara dua sujud ini adalah duduk Iftirash.
Setelah posisi duduk diantara dua sujud ini sempurna, kemudian membaca doa dibawah ini.
Doa duduk Diantara dua sujud:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya
: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah
derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku,
berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
Setelah selesai membaca doa duduk diantar dua sujud dilanjutkan dengan Sujud yang kedua.
Setelah selesai sujud yang kedua kemudian berdiri untuk melanjutkan rakaat yang kedua.
Pada rakaat yang kedua dan seterusnya bacaan dan gerakan sama mulai dari Membaca surat Fatihah sampai pada sujud kedua.
Setelah sujud yang kedua pada rakaat kedua selain sholat subuh
dilanjutkan dengan membaca tasyahud (Tahiyat) Awal dengan posisi duduk
Iftirosh. Kemudian setelah selesai tasyahud awal baru berdiri kembali
untuk melanjutkan Rakaat ke 3 dan ke 4.
10. Tasyahud Awal:
Bagaimana Cara Melakukan Tasyahud Awal?
Posisi
duduk tasyahud awal adalah duduk iftirosh yakni posisi mata kaki kiri
bagian dalam dan telapak kaki berada di bawah pantat dan diduduki.
Sedangkan telapak kaki kanan berdiri tegak dengan jari-jari dilipat
kearah kiblat.
Telapak tangan kiri diletakkan diatas paha kiri dengan jari-jari tangan kiri sejajar dengan lutut.
Telapak
tangan kanan diletakkan di atas paha kanan dengan posisi menggenggam
kecuali jari telunjuk. Posisi jari telunjuk dibiarkan lurus menempel
pada ujung paha rata dengan lutut.
Setelah itu membaca tasyahud awal
dan ketika sampai pada kalimat ” الّا الله ” Jari telunjuk yang
menempel pada ujung paha diangkat dari paha.
Kemudian setelah selesai
membaca tasyahud awal genggaman tangan kanan dilepas semua jari-jari
menempel di ujung paham sejajar dengan lutut. Baru kemudian berdiri
untuk rakaat ke tiga.
Bacaan Tasyahud Awal :
اَلتَّحِيَّاتُ
الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ
اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا
وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ
إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Bacaan Tasyahud (Tahiyyat) Awal Latin :
“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatu lillaah.
Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh.
Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa
ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma
shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad.”
Artinya:
“Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik
Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya (tetap
tercurahkan) atas mu, wahai Nabi (Muhammad). Semoga keselamatan (tetap
terlimpahkan) atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku
bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa
muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi
Muhammad.”
11. Tasyahud Akhir
Tasyahud akhir merupakan bagian akhir sholat sebelum kita melakukan
salam. setelah sempurna posisi duduk Tasyahud akhir kita diharuskan
untuk membaca bacaan Tasyahud Akhir.
Bagaimana Posisi Duduk Tasyahud Akhir?
Posisi
duduk tasyahud akhir hampir sama dengan duduk Iftirosh pada Tasyahud
awal. Yang membedakan ketika duduk tahiyat akhir posisi kaki tidak
diduduki akan tetapi ditarik lurus dan diletakkan di bawah kaki kanan.
Sedangkan untuk kaki kanan sama dengan duduk Iftirosh yakni ujung-ujung
jari ditekan dan dilipat menghadap kiblat.
Duduk Tahiyat / Tasyahud akhir ini dinakamakan duduk Tawaruk.
Bacaan Tasyahud (Tahiyyat Akhir) :
اَلتَّحِيَّاتُ
الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ
اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا
وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ
إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
كَمَاصَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَاإبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلى آل
سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّّدِنَا إبْرَاهِيْمَ
وَعَلىْ آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وعَلَى آلِ سَيِّدِنَاإبْرَاهِيْمَ
فِي الْعَالَمِيْنَا إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Bacaan Tasyahud Akhir (Tahiyyat Akhir) Latin:
“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatu lillaah.
Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh.
Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa
ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma
shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad Wa ‘alaa ‘ali Sayyidinaa muhammad, Kama Shollaita ala Sayyidinaa ibrahiima wa ‘alaa ‘aali sayyidina ibraahiim. Wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa sayyidinaa ibrahiima wa ‘alaa ali Sayyidina Ibraahiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.“
Artinya:
“Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik
Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya (tetap
tercurahkan) atas mu, wahai Nabi (Muhammad). Semoga keselamatan (tetap
terlimpahkan) atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku
bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa
muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi
Muhammad Dan Keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana kau limpahkan rahmatmu
kepada Nabi Ibrahim dan Keluarga Nabi Ibrahim. Dan Limpahkanlah berkahmu
kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad Sebagaimana Engkau
melimpahkan Berkahmu kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Di
alam ini Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung
12. Salam
Selesai tahiyat akhir, kemudia salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri sambil membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”
Artinya:
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”
Bagaimana Cara Melakukan Salam Pada Saat Sholat?
Cara
Melakukan salam: Setelah selesai membaca tahiyat/tasyahud akhir kita
menoleh ke arah kanan sambil mengucap salam. Kemudian menoleh kearah
kiri sambil mengucapkan salam.
Bacaan salam saat menoleh ke kanan dan kekiri sama.
Sumber :
https://www.muslimina.id/panduan-sholat-lengkap-arab-latin-dan-terjemahan/